Setelah media penyimpanan dimusnahkan, bagaimana Anda membuktikannya saat auditor bertanya? Jawabannya adalah sertifikat pemusnahan data — dokumen resmi yang menjadi bukti bahwa pemusnahan benar-benar dilakukan sesuai standar.

Apa Saja Isi Sertifikat yang Sah?
- Identitas perangkat — jenis media, merek, dan nomor seri tiap unit;
- Metode pemusnahan — degaussing, shredding, atau crypto-erase;
- Referensi standar — mis. NIST SP 800-88 atau IEEE 2883;
- Tanggal dan lokasi pelaksanaan;
- Operator dan saksi yang bertanggung jawab;
- Rantai pengawasan (chain of custody) dari serah-terima hingga pemusnahan.
Kenapa Penting untuk Audit?
Tanpa sertifikat dan chain of custody, organisasi tidak dapat membuktikan bahwa data sensitif benar-benar sudah musnah — celah yang berisiko saat pemeriksaan regulator (UU PDP, POJK/PADK di perbankan, atau standar ISO 27001). Sertifikat mengubah klaim “sudah dihapus” menjadi bukti yang dapat ditelusuri.
Rantai Pengawasan: Detail yang Sering Terlewat
Chain of custody mencatat setiap perpindahan tangan perangkat — dari ruang server, transportasi, hingga titik pemusnahan. Untuk data sangat sensitif, pemusnahan on-site menghilangkan risiko media hilang saat transit.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah nomor seri wajib dicantumkan? Ya, agar tiap unit dapat dicocokkan dengan inventaris aset.
Apakah sertifikat berlaku untuk SSD? Ya, selama metode yang dipakai sesuai (crypto-erase atau shredding).
DTI menyediakan jasa pemusnahan data tersertifikasi.



Add comment