Media penyimpanan sudah dihancurkan. Enam bulan kemudian auditor datang dan meminta buktinya. Apa yang Anda tunjukkan? Di sinilah sertifikat pemusnahan data bekerja: dokumen resmi yang membuktikan pemusnahan memang dilakukan, dan dilakukan sesuai standar.

Apa Saja Isi Sertifikat yang Sah?
- Identitas perangkat — jenis media, merek, dan nomor seri setiap unit;
- Metode pemusnahan — degaussing, shredding, atau crypto-erase;
- Referensi standar — misalnya NIST SP 800-88 atau IEEE 2883;
- Tanggal dan lokasi pelaksanaan;
- Operator dan saksi yang bertanggung jawab;
- Rantai pengawasan (chain of custody) dari serah-terima sampai media benar-benar musnah.
Kenapa Penting untuk Audit?
Klaim “sudah dihapus” tidak ada artinya di hadapan pemeriksa. Regulator yang datang membawa UU PDP, POJK/PADK di perbankan, atau checklist ISO 27001 akan meminta bukti tertulis bahwa data sensitif benar-benar musnah. Tanpa sertifikat berikut chain of custody, bukti itu tidak ada, dan celah inilah yang kerap jadi temuan. Sertifikat mengubah klaim lisan menjadi catatan yang bisa ditelusuri unit per unit.
Rantai Pengawasan: Detail yang Sering Terlewat
Bagian ini yang paling sering diabaikan. Chain of custody mencatat setiap perpindahan tangan perangkat: siapa yang mengeluarkannya dari ruang server, siapa yang mengangkutnya, siapa yang menerimanya di titik pemusnahan. Untuk data yang sangat sensitif, pemusnahan on-site menutup risiko itu sama sekali — media tidak pernah meninggalkan lokasi, jadi tidak ada peluang hilang saat transit.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah nomor seri wajib dicantumkan? Ya. Tanpa nomor seri, unit yang dimusnahkan tidak bisa dicocokkan dengan inventaris aset.
Apakah sertifikat berlaku untuk SSD? Berlaku, selama metodenya memang sesuai untuk SSD: crypto-erase atau shredding.
DTI menyediakan jasa pemusnahan data tersertifikasi.





Add comment